Panggilan Orang Bali

Setiap kota memiliki daya tariknya masing-masing. Begitu juga dengan Bali, yang di incar banyak orang sebagai destinasi wisata, menyimpan segudang keunikan. Berikut ini kami merangkum 17 Hal Unik yang Hanya Bisa Kamu Temukan di Bali. Semoga bisa menjadi referensi yang lengkap saat kamu ke Bali!

1. Menonton Festival Ciuman Massal di Banjar Kaja Sesetan, Denpasar

Tradisi ciuman massal atau lebih di kenal dengan nama Omed-omedan, di langsungkan sehari setelah perayaan Hari Raya Nyepi oleh warga Banjar Kaja Desa Sesetan, Denpasar.

Pasangan pemuda-pemudi setempat akan bergiliran untuk maju untuk berciuman dan warga lain akan mencoba untuk menarik dan mendorong, kemudian akan ada tetua desa yang datang untuk mengguyur mereka dengan air sampai basah kuyub. Ritual ini  di yakini warga setempat dapat menghalangi desa mereka dari terserang wabah penyakit.

Photo credit: IG @tourismphotographer

2. Uniknya Ritual Kesurupan Massal di Pura Petilan Kesiman, Denpasar

Ritual Pengrebongan yang diadakan di Pura Petilan Kesiman, 8 hari setelah perayaan Kuningan, terbilang unik, karena selama prosesi banyak Penyungsung Pura (Umat Hindu) yang mengalami kesurupan. Pada saat bersamaan puluhan orang mengalami trance dan tiba-tiba berteriak histeris, menari, serta menusukan keris ke dada, uniknya mereka tidak terluka sedikit pun.

Photo credit: huffingtonpost.com

3. Menonton Orang-orang Berkelahi Menggunakan Daun Pandan Berduri di Desa Tenganan

Setiap satu tahun sekali, kamu bisa menyaksikan serunya ritual suci perkelahian antar pemuda di Desa Tenganan menggunakan daun pandan berduri, atau lebih di kenal dengan nama Perang Pandan. Ritual ini diadakan sebagai wujud penghormatan kepada Dewa Indra, yaitu dewa Perang yang paling mereka segani. Layaknya perang di zaman kerajaan, mereka juga memakai tameng yang terbuat dari anyaman bambu.

Photo credit: IG @madenagi

4. Melihat Mayat-mayat Tergeletak di Atas Tanah di Desa Trunyan, Kintamani

Warga di Desa Trunyan, Kintamani memiliki tradisi pemakaman yang unik, di mana mereka tidak mengubur ataupun membakar mayat (ngaben) ala umat Hindu Bali pada umumnya. Mayat hanya diletakan begitu saja di atas tanah yang dikelilingi oleh pohon Taru Menyan. Anehnya, mayat-mayat di sana tidak menimbulkan bau. Konon harum pohon Taru Menyan lah yang menetralisir bau anyir mayat-mayat di sana.

Photo credit: @firaswhaidar

5. Tersedot dalam Kemeriahan Pawai Ogoh-ogoh

Sehari sebelum Hari Raya Nyepi atau disebut Hari Pengrupukan, warga Hindu Bali akan mengarak patung-patung raksasa berwajah seram alias Ogoh-ogoh, mengelilingi desa dan ruas-ruas jalan kota. Ogoh-ogoh tersebut merupakan representasi dari karakter Bhuta Kala atau raksasa jahat. Meski begitu, tak jarang pula kita akan menemukan bentuk-bentuk kreasi Ogoh-ogoh yang “nyentrik”, misalnya karakter kartun yang seolah-olah dibuat seram.

Photo credit: IG @_reebok_

6. Nikmatnya Sehari Nyepi di Bali, Super Hening Tanpa Polusi

Hanya di Bali, seluruh aktivitas berhenti total untuk satu hari demi memperingati Hari Raya Nyepi. Umat Hindu dilarang untuk bekerja, pantang untuk berpergian maupun bersenang-senang, dan dilarang menyalakan api dan lampu. Alhasil jalanan pun sepi saat Nyepi. Kamu dapat menikmati udara segar tanpa polusi dan langit malam berkelap bintang hanya di hari Nyepi.

Photo credit: kompasiana.com

 7. Hari Galungan Di Mana Bali Dihiasi Ribuan Penjor

Pada Hari Raya Galungan, pasti kamu akan bertanya-tanya mengapa di setiap ruas jalan, rumah penduduk, dan bangunan perkantoran di pasangi bambu-bambu melengkung yang penuh dengan hiasan alias Penjor. Penjor dimaknai sebagai ungkapan rasa terima kasih manusia atas kesejahteraan yang telah diberikan oleh Sang Pencipta. Maka tak heran jika bahan-bahan yang digunakan untuk menghias penjor berasal dari hasil pertanian.

Photo credit: baliwww.com

8. Menjumpai Upacara Keagamaan Umat Hindu Hampir Setiap Hari di Bali

Kalian tidak salah menjuluki Bali sebagai Pulau Dewata, karena hampir setiap hari masyarakat Hindunya menyelenggarakan ritual suci keagamaan. Kalian akan sering menemui wanita-wanita Bali membawa sesajen di atas kepalanya, mendengarkan kidung-kidung suci dari sejumlah pura di sekitar, dan bahkan melihat canang (sesajen) menghiasi depan rumah mereka.

Photo credit: roughguides.com

9. Menyaksikan Upacara Kremasi Ngaben di Bali

Ritual pembakaran mayat yang dikenal dengan istilah Ngaben adalah wujud pembebasan jiwa manusia untuk kembali kepada Sang Pencipta. Ngaben juga menjadi sangat unik dengan keberadaan replika bangunan meru dan lembu yang disertakan dalam prosesi kremasi tersebut. Bahkan beberapa prosesi Ngaben yang digelar cukup besar dengan membuat meru dengan tinggi belasan meter, seperti salah satunya di lingkungan keluarga Puri Ubud sering menjadi pusat perhatian wisatawan di Bali.

Photo credit: cuinbali.com

10. Menyucikan Diri di Pura Tirta Empul

Terletak di daerah Tampak SiringPura Tirta Empul terkenal dengan sebuah pemandian yang dialiri mata air. Umat Hindu Bali sering menggunakan tempat tersebut untuk menyucikan diri atau meruwat diri. Banyak orang yang mengantri untuk bisa berdoa dan membasuh dirinya dengan air yang mengalir dari 13 pancuran di pemandian tersebut. Tidak sedikit pula wisatawan dari luar Bali yang ingin merasakan sensasi penyucian diri dengan air dari Tirta Empul.

Upacara Melukat di lakukan untuk penyucian diri secara rohani

Tinggalkan Balasan