5 Tips Liburan ke Wana Wisata Sumber Biru Jombang, Pakai Sandal Jepit

Tempat wisata bernama Wana Wisata Sumber Biru di Dusun Wonotirto, Desa Wonomerto, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Jawa Timur (dok. Wana Wisata Sumber Biru).
dok. Wana Wisata Sumber BiruTempat wisata bernama Wana Wisata Sumber Biru di Dusun Wonotirto, Desa Wonomerto, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Jawa Timur (dok. Wana Wisata Sumber Biru).

Penulis Nabilla Ramadhian | Editor Anggara Wikan Prasetya

– Wana Wisata Sumber Biru di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, menawarkan pengalaman makan di tengah sungai yang diapit oleh rimbunan pepohonan.

Sekretaris Wana Wisata Sumber Biru Yuli Adi Atmiko, akrab disapa Miko, memiliki beberapa tips yang dapat diikuti calon pengunjung agar kegiatan wisata terasa nyaman.

Baca juga: Wana Wisata Sumber Biru di Jombang, Sensasi Makan di Tengah Sungai

“Yang pasti tipsnya pakai sandal jepit,” kata dia saat dihubungi Kompas.com, Jumat (29/1/2021).

Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut lima tips liburan ke Wana Wisata Sumber Biru yang telah Kompas.com rangkum, Minggu (31/1/2021):

1. Pakai sandal jepit

Kegiatan utama di tempat wisata tersebut adalah makan di tengah sungai. Agar kaki terasa nyaman, ada baiknya kamu berkunjung menggunakan sandal jepit.

“Kalau pakai sepatu, tidak ada tempat penyimpanan sepatu. Pengunjung biasanya lepas sepatu lalu ditaruh di pinggir sungai,” ujar Miko.

2. Jaga perilaku dan omongan

Sebagai tempat wisata dan kuliner yang berada di lingkungan yang masih asri dan berada di perdesaan, Miko mengimbau agar wisatawan menjaga perilaku dan omongan mereka.

Tempat wisata bernama Wana Wisata Sumber Biru di Dusun Wonotirto, Desa Wonomerto, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Jawa Timur (dok. Wana Wisata Sumber Biru).dok. Wana Wisata Sumber Biru Tempat wisata bernama Wana Wisata Sumber Biru di Dusun Wonotirto, Desa Wonomerto, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Jawa Timur (dok. Wana Wisata Sumber Biru).

“Yang pertama menjunjung tinggi adat istiadat karena di sungai. Orang dulu kan sedikit-sedikit (ada) berbau mistis, jadi (sekaran) tetap dijaga sopan santunnya,” ujar dia.

Tinggalkan Balasan