Tradisi Perang Pandan Desa Tenganan Bali (Juni – Juli)

By: Bagus Negara
4.43/5 (14)

Bukan pulau Bali namanya jika kita tidak berbicara tentang budaya dan adat istiadat yang sangat unik. dan di Bali sendiri budaya itu tidaklah seragam karena ada beberapa adat dan istiadat pada beberapa sudut pulau Bali sedikit berbeda dengan umumnya di Bali. Adalah perang pandan yang hanya bisa ditemui di Desa Tenganan dan mungkin anda juga sudah pernah mendengar atau menyaksikan tradisi unik ini dari media televisi. Bedanya disini saya akan menjelaskan lebih detail tentang tradisi perang pandan desa tenganan bali. Agar anda lebih mengenal lagi tentang budaya unik di pulau Bali.

Berbicara tentang perang pandan, maka hanya ada satu tempat yang bisa anda tuju untuk menyaksikannya secara langsung. Dialah Desa Tenganan. Desa Tenganan adalah salah satu dari tiga desa utama di pulau bali selain Desa Trunyan dan Sembiran yang penduduknya adalah orang asli bali atau bali aga. Bali aga sendiri adalah penduduk asli di pulau Bali yang sudah mendiami pulau ini sebelum masuknya pengaruh Agama Hindu dan Buddha. Karena penduduk di bali kebanyakan merupakan masyarakat yang datang dari pulau jawa.  Atau disebut juga suku Bali Majapahit, itulah salah satu alasan mengapa adat dan istiadat masyarakat Bali Aga dan Bali Majapahit sedikit berbeda begitu pula dengan tradisinya yang sangat unik seperti perang pandan atau cara penguburan dimana jenazah hanya diletakkan begitu saja dibawah pohon taru menyan seperti di Desa Trunyan.

 

Sejarah Tradisi Perang Pandan di Desa Tenganan.

Perlu diketahui tentang perang pandan ini sebelumnya mungkin anda bertanya. Perbedaan budaya dan adat istiadat yang manakah sebenarnya yang membuat desa-desa Bali Aga khususnya Desa Tenganan ini yang berbeda dengan desa-desa lain di Bali.

Pada Masyarakat Bali Aga adalah pemuja Dewa Indra sebagai Dewa Utama. Sedangkan di sebagian besar suku Bali Majapahit yang menjadi Dewa Utama adalah Dewa Siwa. Selain itu perbedaan lain yang mungkin terlihat adalah perbedaan bentuk bangunan serta posisi  bangunan Pura. Mereka juga tidak mengenal sistem “kasta” seperti halnya budaya kebanyakan masyarakat Hindu Bali lainnya. Oh ya, ketika disaat masyarakat Hindu Bali lainnya melaksanakan Hari Raya Nyepi. di Desa Tenganan dan desa-desa dengan masyarakat Bali Aga tidak ikut serta.

Nah itu sekilas info dulu tentang Desa Tenganan dengan masyarakat Bali Aga nya. Untuk sejarah awal bagaimana perang pandan ini akhirnya menjadi tradisi rutin setiap tahun di Desa Tenganan. Di kisahkan dahulu terdapatlah seorang Raja yang lalim dan kejam saat memerintah masyarakat Bali Aga jauh sebelum kedatangan orang-orang majapahit ke pulau Bali. Raja tersebut bernama Maya Denawa. Karena dia memiliki kesaktian yang sangat luar biasa membuat dirinya menjadi sombong dan menganggap dirinya sebagai dewa dan melarang rakyat untuk menyembah Dewa Indra. karena dialah yang patut disembah. Karena masyarakat merasa Raja Maya Denawa sudah diluar batas maka masyarakat kala itu memohon kepada Dewa Indra untuk membebaskan mereka dari kekejaman Maya Denawa.

Maka Dewa Indra pun turun ke dunia untuk mengalahkan Raja Maya Denawa yang sombong itu. Walaupun sempat terjadi pertarungan/perang antara Maya Denawa dan Dewa Indra. Tapi pada akhirnya Maya Denawa dapat dikalahkan dan binasa atas kesombongannya. Sejak saat itu masyarakat Desa Tenganan memperingati matinya Maya Denawa. Mereka melakukan tradisi perang pandan setiap tahunnya untuk mengenang kembali kebebasan mereka atas cengraman kekejaman Raja Maya Denawa dan untuk menghormati Dewa Indra yang juga dikenal oleh masyarakat Hindu sebagai Dewa Perang.

 

perang pandan desa tenganan pagringsingan

Pics credited to: Kiri (manbutur_people_culture) | Kanan (@monikaayuni)

perang pandan desa tenganan bali 2

Pics Credited to: Kiri (@joylight_bali) | Kanan Atas (@laksamana_sukardi) | Kanan Bawah (@meigakresna)

pertarungan perang pandan desa tenganan

Credited to: Wayan Gunada – TheBaliPhotography.com

 

Waktu dan Lokasi Pelaksanaan Perang Pandan (2017).

Tradisi perang pandan di desa tenganan bali ini memiliki jadwal pelaksanaan setiap tahun. Biasanya dilakukan pada bulan ke lima dalam penanggalan Bali Aga. Yang mana pada tahun ini jatuh pada tanggal 13 juni 2017 untuk Desa Tenganan Pegringsingan dan tanggal 11 juli untuk desa tetangganya yaitu Desa Tenganan Dauh Tukad. Runtutan acara perang pandan ini sudah dimulai dari pukul 10 pagi sampai selesai yang bisanya bisa berlangsung sampai sore hari. Anda bisa datang langsung ke Desa Tenganan, Kabupaten Karangasem.

Perang pandan sendiri hanya dilakukan di Desan Tenganan Pegringsingan dan Desan Tenganan Dauh Tukad. Silahkan lihat peta dari google map berikut sebagai panduan anda.

Desa Tenganan Pegringsingan tanggal 13 Juni 2017.

Desa Tenganan Dauh Tukad 11 Juli 2017.

Peserta Perang Pandan.

Pada tradisi perang pandan ini biasanya dilakukan oleh para pemuda desa tenganan. Perang pandan ini pula dijadikan masyarakat setempat sebagai tolak ukur apakah seseorang sudah bisa dianggap dewasa karena telah memiliki nyali untuk melakukan perang pandan.

Pada perang pandan, senjata yang digunakan tentu saja dari namanya pasti menggunakan pandan sebagai senjata utama. Pandan yang digunakan adalah pandan berduri. Sambil membawa pandan berduri, peserta juga diperbolehkan membawa perisai yang terbuat dari anyaman rotan. Peraturannya cukup simpel, peserta melakukan duel yang akan dipilih oleh juri sesuai dengan postur tubuh peserta.

Anggota tubuh yang boleh diserang menggunakan pandan berduri hanyalah bagian punggung yang dipercaya sebagai bagian tubuh paling cepat merasakan sakit saat tertusuk duri-duri pandan. Pertarungan akan diakhiri sampai salah satu dari mereka menyerah. Namun dalam budaya Desa Tenganan, menyerah adalah hal yang tabu. Apalagi sampai memperlihatkan rasa sakit atau meringis kepada musuh karena bisa dianggap lemah. Karena itulah peran juri sangat penting untuk mengawasi jalannya pertarungan. Tidak ada yang namanya menang atau kalah. Semua dilakukan atas dasar penghormatan kepada Dewa Indra. Ini pula yang akan diperlihatkan peserta seusai melakukan perang pandan. Tidak akan ada rasa dendam dari diri mereka.

 

Runtutan Acara.

Perang pandan hanyalah salah satu dari beberapa acara yang dilakukan pada hari paling penting tersebut. Pada pagi hari masyarakat Desa Tenganan datang ke Pura untuk memohon keselamatan dan kelancaran acara, kemudian acara dilanjutkan dengan tari-tarian, juga beberapa hiburan yang bisa di nikmati oleh wisatawan sampai dengan puncak acara berlangsungnya perang pandan.

Kemudian diakhiri dengan pengobatan bersama-sama antar peserta untuk mengobati bekas tusukan dan goresan dari luka yang ditimbulkan saat melakukan perang pandan dengan menggunakan ramuan tradisional. Disini juga para peserta mendapat kesempatan untuk saling memafkan apabila sekiranya diantara mereka ada yang terlalu bersemangat sangat menggosokkan pandan berduri itu kepada lawan tarung mereka agar tidak ada saling mendendam. Kemudian dilanjutkan dengan makan bersama sampai dengan persembahyangan kembali ke Pura.

Sebagai saran saya untuk anda yang ingin menyaksikan langsung tradisi perang pandan di desa tenganan ini. Datanglah lebih awal pada 13 Juni 2017 nanti karena akan ada banyak hal yang bisa anda saksikan. Kosongkan waktu sehari anda karena perang pandan ini hanya ada satu kali setiap tahun. Jangan sampai anda melewatkannya. selanjutnya anda bisa memilih tempat wisata di bali lainnya yang bisa lakukan di hari berikutnya saat berwisata ke Bali. Jangan lupa juga dibulan yang sama ada Pesta Kesenian Bali ke 39 Tahun 2017. Disana anda bisa lebih mengenal lagi tentang budaya bali yang akan berlangsung selama sebulan penuh dari bulan juni sampai juli. Akhir kata semoga ulasan tentang tradisi perang pandan di desa tenganan bali ini bermanfaat. Selamat Berwisata, dan Enjoy Bali. 🙂

 

Jangan Lewatkan juga.

Jadwal Lengkap Pesta Kesenian Bali 11 Juni sampai 8 Juli 2017.
Gemerlapnya Warna Warni Lampion di Nusa Dua Light Festival

Pendapat anda tentang objek wisata ini.

Hi. Saya Bagus Negara, seseorang yang suka jalan-jalan. Juga karena bekerja di industri wisata di Bali. Melalui site ini saya akan berbagi pengalaman saya saat mengujungi tempat-tempat wisata di Bali. Keep Calm and Enjoy Bali, karena Bali itu 'gak hanya pantai.

Lihat Juga