Pura Gunung Kawi Sebatu, Pura Indah di Ubud

By: Bagus Negara

Bosan dengan keramaian di Bali selatan, dengan pantai dan gemerlap malamnya? Cobalah untuk datang ke daerah timur laut Denpasar tepatnya di kabupaten Gianyar dimana daerah ini adalah tempat bagi mereka yang mencintai objek wisata dengan mengandalkan keindahan alam, budaya dan kedamaian, karena di sinilah pusat kebudayaan dan agama di Bali masih asli dan alami di pegang teguh, salah satunya adalah Pura Gunung Kawi Sebatu dimana anda akan benar-benar merasakan kesucian serta keindahan sebuah pura Hindu di Bali.

Tangga Masuk Pura Gunung Kawi Sebatu

Lokasi Pura Gunung Kawi Sebatu

Hanya satu jam berkendara dari Denpasar atau 20 menitan dari Ubud, aksesnya pun cukup mudah karena pura ini berada tepat di sisi jalan desa sebatu. [LIHAT PETA]

Sejarah Pura Gunung Kawi Sebatu

Tidak diketakui secara pasti kapan pura ini dibangun namun menurut catatan sejarah menyatakan bahwa pura gunung kawi sebatu dibangun untuk pemujaan para dewa terutama dewa wisnu atas perintah Rishi Markandeya. Rishi Markandeya adalah seorang Maharishi atau guru dan penyebar agama Hindu dari pulau jawa. Melihat dari siapa pertama kali yang membangun pura ini bisa diperkirakan bahwa Pura Gunung Kawi Sebatu di bangun di rentan waktu antara 1300AD to 1500AD karena Maharishi Markandeya berasal dari Kerajaan Majapahit dimana pengaruhnya sebagian besar di Nusantara kala itu dan kerajaan Bali adalah salah satu koloninya.

Tentang Pura Gunung Kawi Sebatu

Pura Gunung Kawi sebatu bermakna “Gunung” and “Kawi= dibuat” serta Sebatu yang merujuk pada nama desa tempat pura ini dibangun. Sebatu sendiri berarti “batu”. Pura ini berkategori “Dhang Kahyangan” dimana semua umat Hindu di Bali boleh beribadah disini karena Pura-pura di Bali memiliki kategori berbeda seperti pura yang hanya boleh digunakan oleh salah satu kasta, hanya untuk desa tertentu dan sebagainya. jadi orang yang beribadah di pura ini tidak hanya datang dari desa sebatu saja tapi dari seluruh umat hindu di Bali. selain untuk beribadah, di pura ini juga terdapat beberapa pancuran air suci dimana masyarakat menggunakannya untuk “Melukat” atau mandi penyucian karena dipercaya jika “Melukat” di pancuran ini akan diberkati oleh para dewa.

Setelah kita membahas tentang sejarah dan tentang pura itu sendiri mari kita bahas apa saja hal menarik tentang Gunung Kawi Sebatu Temple.

Kolam koi

Terdapat sebuah kolam besar di halaman pura dimana kolam ini berisi ratusan ikan koi berbagai jenis dan ukuran serta ribuan ikan-ikan kecil lainnya yang berenang kesana kemari yang menghiasi kolam dengan warna-warna yang indah. ada sebuah stan penjual makanan ikan di sisi kolam ini, anda bisa membelinya dan memberi makan ikan-ikan cantik ini. harga makanan ikan tidaklah mahal, hanya Rp.5000 untuk 500 Gram. sayangnya anda tidak di izinkan untuk menangkap ikan di kolam ini karena ikan di kolam ini dikeramatkan.

Kolam ikan di pura gunung kawi Sebatu

ratusan ikan koi

ikan koi cantik

memberi makan ikan koi

Pura Gunung Kawi Sebatu

Terdapat tiga bagian pura yaitu pura utama, dimana ditempat ini para jemaat beribadah. hari dimana pura ini akan banyak jemaat biasanya di hari suci agama Hindu Bali seperti purnama, Galungan, Kuningan serta hari besar lainnya untuk agama Hindu di Bali. Pada bagian sisi kiri luar pura utama terdapat pancuran air suci dan disilah tempat bagi mereka yang benar-benar ingin menyucikan diri. pada sisi kiri dalam pura utama terdapat sebuah mata air yang berbentuk kolam, ditengahnya ada sebuah candi. inilah air paling disucikan di pura ini. jika anda di izinkan untuk menyentuh air di kolam atau bahkan di pancuran maka anda dilarang untuk menyentuh air di mata air ini, hanya pemangku dan pendeta yang boleh mengambil airnya.

Pura Gunung Kawi Sebatu

patung dewi

Pancuran air gunung kawi sebatu

patung pura gunung kawi sebatu

Kolam suci

Fasilitas

ditengah halaman diluar pura utama terdapat sebuah aula terbuka yang biasanya digunakan penduduk desa sebatu untuk melakukan rapat desar yang membahas tentang desa, pertanian dan tentang pura itu sendiri. anda bisa menggunakannya untuk beristirahat sejenak sambil bercengkrama dengan ikan di kolam setelah lelah menjelajah Pura Gunung Kawi Sebatu. terdapat juga toilet di bagian ujung kanan.

dua pohon kelapa

aula di atas kolam ikan

Oh ya, hampir lupa.
Ada sebuah pemandian publik dengan kolam beserta pancuran di bagian kanan kompleks pura yang biasa di gunakan oleh penduduk desa dan para wisatawan, sayangnya saya tidak bisa mengambil gambar di dalam pemandian ini karena dilarang membawa kamera ke dalam. tapi sepengamatan saya, pemandian ini bisa dikatakan cukup lebar dengan air yang bersumber dari pura utama jadi air di pemandian ini sangatlah jernih.

pemandian pura gunung kawi sebatu

Secara Keseluruhan

Pura Gunung Kawi Sebatu yang berada jauh dari keramaian kota sangat cocok untuk anda yang menyukai suasana tenang, penuh kedamaian, hawa sejuk, dan keindahaan alam pedesaan serta suasana asli bali. adalah pilihat tepat untuk salah satu tempat yang bisa anda kunjungi bersama keluarga. Nyatanya, Pura ini hanya salah satu pura yang indah di kabupaten Gianyar, jika pada hari anda berkunjung ke pura ini dan memiliki cukup waktu datanglah ke Candi Tebing Kunung Kawi dimana candi ini terukir indah tepat disisi tebing. atau pura yang terdapat pemandian dengan pancuran air lainnya anda bisa datang ke Pura Tirta Empul. ketiganya masih berada di satu kawasan walaupun hanya berbeda desa, anda bisa mengunjunginya pada hari yang sama. Semoga menjadi salah satu pilihan Tempat Wisata di Bali. Selamat Liburan, dan Enjoy Bali. 🙂

Objek Wisata Lainnya