Serunya Omed-omedan, Tradisi Ciuman Massal di Bali (Sehari Setelah Nyepi)

By: Bagus Negara

Apa yang ada di benak anda saat mendengar tentang Bali? sudah pasti banyak hal mungkin bisa anda sebutkan satu persatu. Seperti keindahan alam, pantai, budaya yang unik, agama Hindu-nya atau bangunan yang memukau. dan berbicara tentang budaya maka pulau Bali adalah tempatnya Budaya yang unik. Budaya yang lahir dari Agama Hindu ataupun budaya yang muncul dari kearifan masyarakat lokal. Salah satu yang paling unik dan bisa sebagai pilihan tempat wisata di bali adalah tradisi omed-omedan atau juga bisa disebut dengan med-medan. Yaitu tradisi ciuman massal yang ada di Bali.

Omed-omedan, tradisi ciuman massal di bali

 

Sejarah Omed-omedan.

Omed-omedan adalah tradisi ciuman massal di Bali, tepatnya hanya dilakukan di Banjar Kaja, Sesetan, Denpasar. Tradisi ini sudah diselenggarakan di desa setempat sejak awal tahun 1900-an, beberapa tahun sebelum pulau Bali takluk oleh Belanda.

Awalnya tradisi ini hanya dilakukan secara iseng saja saat sepasang kekasih yang digoda teman-temannya untuk berpelukan. Sontak saja saat mereka melakukannya reaksi orang-orang menjadi riuh dan di ikuti oleh muda-mudi lainnya dan suasanapun menjadi ramai. Saat kejadian tersebut, dilakukan di depan Puri Oka yang kebetulan Sang Raja sedang Sakit. Mendengar keramaian yang terjadi diluar Puri, sang raja pun melihat keluar untuk menghimbau masyarakat untuk tidak membuat kegaduhan agar beliau bisa istirahat karena memang sedang sakit.

Bukannya marah, sang raja malah ikut menonton muda-mudi yang sedang saling rangkul tersebut dan ikut bergembira oleh riuhnya penonton. Tak disangka sakit yang tak kunjung sembuh yang diderita sang raja mendadak sembuh setelah melihat omed-omedan. Sehingga sang raja memerintahkan untuk tetap melaksanakan omed-omedan pada sehari setelah nyepi. Begitu seterusnya sampai tradisi ciuman massal ini terus dilakukan sampai sekarang.

Tradisi Omed-omedan pernah ditentang oleh pendudukan pemerintah Hindia Belanda di Bali karena dianggap nyeleneh namun masyarakat Banjar Kaja, Sesetan, tidak menggubrisnya dan tetap melakukan tradisi ini. Namun pada tahun 1970-an tradisi omed-omedan pernah dihentikan selama setahun. Dan pada tahun di tiadakannya tradisi ini juga penduduk desa selalu dilanda kemalangan dan kesialan. Oleh sebab itu akhirnya omed-omedan diadakan kembali untuk menolak bala. Peserta yang ikut omed-omedan hanya putra putri asli desa Banjar Kaja Sesetan yang sudah remaja tanpa terkecuali.

 

Serunya Omed-omedan.

Omed-omedan dilakukan di Bale Banjar, Banjar Kaja, Sesetan, Denpasar. Karena unik dan menarik, tradisi ini menyedot ribuan pengunjung untuk menyaksikan. Tradisi omed-omedan diawali dengan berdoa bersama di Pura oleh muda-mudi desa setempat yang dipimpin oleh pemangku adat. Setelah itu kemudian dilanjutkan oleh pementasan barong bangkung lalu dimulailah acara puncak.

Awalnya muda-mudi yang ikut serta dalam tradisi ini akan dipisah laki-laki dan perempuan. Lalu saat tiba giliran salah satu dari mereka untuk bertemu lawan jenis mereka, pemuda dan pemudi di kolompok tersebut akan mengarahkan mereka untuk saling berciuman yang diikuti oleh sorak-sorai pemuda-pemudi kedua kubu. Peserta tidak dapat memilih dan tidak dapat menolak lawan mereka untuk berciuman. dan disinilah keseruan yang akan terjadi karena terkadang saat peserta laki-laki jika mendapati lawan ciumannya adalah gadis cantik tak pelak si laki-laki menjadi sangat bersemangat dan menjadi gemas.

 

 

Untuk anda yang ingin menyaksikannya secara langsung anda dapat datang ke acara omed-omedan di banjar kaja, Sesetan. Tradisi ini dilakukan tepat sehari setelah hari raya nyepi pada sore hari. datanglah lebih awal agar anda mendapatkan spot terbaik untuk menyaksikan. oh ya, perlu diingat untuk tetap waspada untuk tidak terlalu dekat karena akan ada ber ember-ember air yang akan dihempaskan. dan sebaiknya memang anda perlu membawa pakaian ganti jaga-jaga jika pakaian anda basah terkena guyuran air.

Objek Wisata Lainnya