Hari Raya Nyepi, Parade Ogoh-ogoh dan Panca Brata Penyepian

By: Bagus Negara

Hari raya nyepi yang datang setiap tahun pada bulan mati ke sembilan atau tilem kesanga dalam penanggalan kalender caka adalah hari raya untuk umat hindu di Indonesia dan Bali khususnya. Merupakan hari pertama tahun baru caka. Hari raya nyepi menjadi sangat unik karena hanya pada hari inilah seluruh kegiatan satu pulau Bali dan pulau sekitarnya seperti pulau nusa penida, nusa ceningan dan nusa lembongan terhenti total mulai dari bandara, pelabuhan, dan seluruh kegiatan ekonomi untuk memperingati hari paling sakral umat hindu di Bali.

 

Sejarah Hari Raya Nyepi di Bali

Hari raya nyepi pada dasarnya adalah peringatan tahun baru pada penanggalan tahun baru caka yang digunakan oleh masyarakat Hindu di Indonesia dan Bali khususnya. Yang menjadi menarik adalah bagaimana masyarakat Hindu Bali memperingatinya.

Sejarah awal penanggalan caka dan juga bagaimana hari raya nyepi menjadi hari paling penting dimulai pada saat dinasti caka di india berhasil meredam pertikaian antar dinasti pada perebutan kerajaan di India pada maret tahun 78 Masehi. Karena telah lama bertikai antar beberapa dinasti di India, Raja Caka memerintahkan untuk melakukan penghapusan penanggalan lama dari dinasti terdahulu yang digunakan oleh sebagaian besar masyarakat India, asia timur dan asia tenggara kala itu yang memang sebagian besar menganut pengaruh India dengan dua agama besarnya yaitu Hindu dan Budha.

Untuk memperingati penyatuan kembali banyak Dinasti dan suku yang bertikai dan menjadi satu kesatuan maka Raja Caka memilih hari pertama pada penanggalan tahun caka sebagai hari “penataan ulang” bermasyarakat dengan cara saling intropeksi dan mawas diri serta berdoa di rumah masing-masing sebagai simbol datangnya hari baru sehingga Bhuana Alit (alam sadar/diri manusia) dan Bhuana Agung (Alam Semesta beserta isinya) selalu damai sepanjang masa.

Sejak saat itulah budaya nyepi berkembang sampai di asia tenggara dan juga di nusantara pada tahun 456 masehi oleh pendeta Hindu bernama Aji Caka yang awalnya tiba di Jawa kemudian berlanjut ke Bali. Seiring dengan waktu peringatan hari raya nyepi tidak lagi menjadi satu hal yang begitu penting di India karena berbagai alasan. Namun di Nusantara terutama di Jawa dan Bali masih memegang teguh pada peringatan hari raya nyepi sampai akhirnya runtuhnya Kerajaan Majapahit di Nusantara maka otomatis hanya pulau Bali saja masih memperingati hari raya nyepi sampai sekarang.

 

Rangkaian Urutan Hari Raya Nyepi.

Berbeda dengan beberapa peringatan hari raya umat lainnya. pada peringatan hari raya nyepi memiliki beberapa urutan rangkaian upacara sampai dengan puncak pada hari nyepi itu sendiri. Adapun beberapa urutannya adalah.

 

Malasti.

Inti dari upacara melasti dalam rangkaian hari raya nyepi bertujuan untuk melakukan penyucian diri dan alam semesta. Pada upacara ini juga beberapa pusaka dan simbol-simbol para dewa yang di ada di setiap Pura di Bali juga ikut disucikan kembali. Upacara melasti dilakukan oleh masing-masing desa di bali dengan melakukan penyucian di laut atau danau bagi desa yang letaknya jauh dari laut. Karena melasti dilakukan oleh seluruh penduduk desa dengan berjalan kaki menuju laut atau danau. Jadwal melasti tidak ditentukan pasti namun masing-masing banjar/desa memiliki jadwal tersendiri.

 

Pengerupukan. (dan Arakan Ogoh-ogoh)

Disinilah hari dimana ogoh-ogoh diarak keliling kota dan desa di bali. Sebelum parade ogoh-ogoh yang dilakukan pada petang sampai malam hari. Akan dilakukan upacara Tawur Agung di setiap perempatan besar dengan mata angin timur, barat, laut dan gunung. Tawur Agung ini bertujuan untuk menyucikan dan menghalau sifat aura buruk sehingga kembali suci.

arak-arakan ogoh-ogoh malam pengerupukan hari raya nyepi

persiapan ogoh-ogoh hari raya nyepi

Juga setelah melakukan Tawur Agung, pada setiap masih-masing rumah akan dibunyikan berbagai bunyi-bunyian untuk mengusir aura jahat. Setelah tawur agung dan upacara di masing-masing rumah dan banjar/desa maka berlangsunglah arak-arakan ogoh-ogoh. Ogoh-ogoh inilah simbol jahat itu yang akan diarak kemudian dibakar sebagai sombol menghilangkan sifat jahat mereka sehingga memiliki sifat baik dan ikut menjaga kedamaian bhuana agung (alam semesta). Arak-arakan ogoh-ogoh inilah yang akan menjadi daya tarik utama dari rangkaian hari raya nyepi di bali. Biasanya juga terdapat lomba parade ogoh-ogoh yang melombakan ogoh-ogoh dari berbagai desa.

 

Nyepi.

Nyepi adalah rangkaian utama dari perayaan hari raya nyepi, dimana pada hari ini pulau Bali bak pulau mati. Semua kegiatan ekonomi dan kelangsungan masyarakat terhenti total untuk satu pulau dan juga pulau sekitarnya seperti pulau nusa penida, nusa lembongan dan nusa ceningan. Semuanya terhenti mulai dari bandara, pelabuhan, perkantoran, jalan raya, dll.

suasana jalan hari raya nyepi di bali

pecalang berjaga saat hari raya nyepi di bali

Dalam nyepi umat Hindu di Indonesia khususnya di Bali melaksanakan tapa brata penyepian yaitu antara lain:. Amati Karya (tidak bekerja), Amati Geni (tidak menyalakan api, lampu atau sumber penerangan), Amati Lelungan (tidak keluar rumah), dan Amati Lelanguan (tidak melakukan hal yang bersifat hiburan). Namun dari itu semua juga terdapat pengecualian seperti, rumah sakit, rumah yang memiliki bayi/orang sakit untuk menyalakan lampu (melapor terlebih dahulu kepada masing-masing desa adat), layanan pemadam kebakaran, serta beberapa hal yang bersifat darurat.

 

Ngembak Geni.

Ngembak Geni adalah rangkaian dari hari raya nyepi yang terakhir. Ngembak geni juga bermakna menyalakan kembali “penerangan” setelah melakukan intropeksi diri pada hari nyepi dengan tapa brata penyepian. Ngembak geni juga memiliki arti untuk menyambut kembali hari baru dimana masyarakat akan saling mengunjungi dan saling memafkan satu sama lainnya.

 

Hari Raya Nyepi dan Pariwisata

Untuk anda yang ingin merasakan suasana nyepi di Bali ada beberapa hal yang bisa anda nikmati. Yang paling utama tentunya pada saat parade ogoh-ogoh. Mungkin anda pernah melihat ogoh-ogoh di kota anda yang dilakukan oleh masyarakat Hindu Bali di kota anda. Namun jika anda menyaksikannya secara langsung di Bali maka suasananya akan berbeda dan lebih magis. Di setiap tahun juga terkadang diadakan perlombaan ogoh-ogoh seni seperti yang dilakukan oleh pemkot Denpasar. Puncak acara parade ogoh-ogoh bisa anda nikmati pada petang sampai malam pada malam pengurupukan di Lapangan Puputan Badung, atau di depan Balai Walikota Denpasar.

Berwisata saat hari raya nyepi tidak bisa anda lakukan karena yang anda bisa lakukan adalah berdiam di hotel, semua sarana hiburan akan ditutup sampai dengan televisi dan radio terkecuali sambungan internet. Dan jangan khawatir karena esok hari anda bisa kembali berwisata lagi di bali dengan berbagai macam daya tarik budaya karena masih dalam suasana nyepi contohnya ritual ciuman massal di desa Sesetan Kaja, Denpasar.

 

Ciuman massal di Bali setelah nyepi.

Ada juga budaya Omed-omedan atau festival ciuman masal para muda-mudi di desa Sesetan Kaja, Denpasar. Budaya ini hanya dilakukan oleh muda mudi di Desa Sesetan Kaja saja. Ritual ini dilakukan pada ngembak geni tepat sehari setelah nyepi. Jadi jika anda penasaran seperti apa sih ritual unik ini maka cobalah datang ke Bali pada masa hari raya nyepi dan jadikan bagian referensi wisata di bali.

Objek Wisata Lainnya